Sejak
saya pertama kali terpukau oleh film The Karate Kid, aksi dengan adegan bela diri yang
mengagumkan, saya selalu merasa tertarik dengan karate ya meski semua gerakan yang terkandung difilm tersebut
gerakan Kung Fu. Saat pertama kali menonton film tersebut saya masih SMP dan sayang nya pada
sat itu tidak ada ekstrakulikuler Karate atau bela diri yang lain.
Pada saat MOS di SMK, ada demo ekstrakulikuler Karate,
yang membuat saya terkagum-kagum dengan setiap adegan yang ditampilkan. Saat
itu juga tanpa rasa ragu saya langsung memilih eskul Karate,untuk menambah
kegiatan di sekolah dan tentunya mewujudkan keinginan untuk menjadi seorang atlet
Karate.
Menjadi seorang atlet karate sejak zaman SMK adalah
perjalanan yang penuh dedikasi, disiplin, dan kerja keras. Di masa SMK, banyak
siswa yang mulai mencari aktivitas ekstrakurikuler untuk menyeimbangkan
kehidupan akademis dan mengembangkan keterampilan baru. Saya adalah salah
satunya, tertarik dengan seni bela diri, khususnya karate.
Saya mendaftar di eskul karate sekolah. Latihan pertama
terasa sangat menantang. Pertama
kali saya mengenakan gi putih dan memasuki dojo. Kami diajari dasar-dasar seperti
kuda-kuda (stances), pukulan (punches), dan tendangan (kicks). Awalnya, tubuh
terasa kaku dan gerakan sering kali tidak sempurna. Namun, Sensei (Guru/pelatih) selalu mendorong untuk terus berlatih dan
tidak mudah menyerah.
Latihan dilakukan tiga kali seminggu setelah pulang
sekolah dan dihari Minggu. Setiap sesi dimulai dengan pemanasan, diikuti dengan
latihan teknik dasar, sparring (latihan tanding), dan kadang-kadang latihan
fisik tambahan seperti lari atau latihan kekuatan. Selain itu, Saya juga sering
berlatih sendiri di rumah untuk meningkatkan teknik dan kebugaran.
Setelah beberapa bulan latihan intensif, Sayamengikuti
kompetisi pertama di tingkat regional. Perasaan gugup dan antusias bercampur
aduk. Meskipun hanya mendapatkan medali Perak, tapi tidak apa-apa itu medali
pertama saya. pengalaman bertanding memberikan pelajaran berharga tentang
strategi, mentalitas, dan pentingnya persiapan yang matang.
Selama tahun-tahun SMK, keterampilan karateku terus
berkembang. Saya belajar kata (rangkaian gerakan yang disusun secara formal),
memperbaiki teknik sparring, dan memahami filosofi di balik seni bela diri ini.
Pelatih dan teman-teman di eskul menjadi sumber motivasi dan dukungan yang tak
ternilai.
Kerja
keras mulai membuahkan hasil. Saya
berhasil meraih medali di beberapa kompetisi tingkat Kota dan Provinsi. Pengakuan ini tidak hanya
membanggakan diri sendiri tetapi juga sekolah dan eskul karate kami. Prestasi tersebut
mendorong Saya
untuk terus berlatih lebih keras dan mengejar target yang lebih tinggi.
Selain
keterampilan bela diri, menjadi atlet karate juga mengajarkan disiplin,
tanggung jawab, dan manajemen waktu. Saya
belajar bagaimana mengatur waktu antara latihan, belajar, dan kehidupan sosial.
Karate juga memban Saya
membangun kepercayaan diri dan mengatasi rasa takut serta keraguan.
Setelah lulus dari SMK, Saya bertekad untuk terus
mengejar karir di bidang karate. Saya bergabung dengan klub karate yang lebih
besar dan mengikuti pelatihan lanjutan. Tujuan Saya adalah untuk meraih gelar
Dan (sabuk hitam) dan mungkin suatu hari menjadi pelatih karate yang dapat
menginspirasi generasi muda.
Dibulan Desember 2023 Saya akhirnya memutuskan untuk
mengikuti ujian sabuk hitam, dengan segala persiapan yang benar-benar mendadak
dan perbekalan ilmu yang terbatas pada saat itu. Tapi, dengan tekad yang kuat
saya dapat melewati dan menjalani dengan baik ujian sabuk hitam, dan mendapatkan
nilai yang terbilang cukup.
Menjadi seorang atlet karate sejak zaman SMK adalah
perjalanan yang penuh tantangan dan penghargaan. Setiap latihan, kompetisi, dan
pencapaian menjadi bagian dari perjalanan yang membentuk karakter dan
kepribadianku. Karate bukan hanya tentang keterampilan fisik, tetapi juga
tentang pengembangan diri dan nilai-nilai kehidupan.
Mencintai
karate tidak hanya tentang latihan fisik, tetapi juga tentang perjalanan rohani
dan keseimbangan yang membentuk diri kita. Saya terus mengasah keterampilan
saya dan mengejar tujuan baru dalam seni bela diri ini. Karate telah menjadi
bagian penting dalam hidup saya, mengajar saya tentang keberanian, disiplin,
dan rasa hormat terhadap orang lain. Saya merekomendasikan kepada siapa pun
untuk mengeksplorasi dunia karate, karena itu bukan sekadar hobi, tetapi juga
cara untuk meningkatkan kualitas hidup secara menyeluruh.
"Karate
bukan hanya tentang menang atau kalah, tetapi tentang perjalanan menuju
kesempurnaan diri." - Gichin Funakoshi